ANDA PERLU BUKU SENI DAN BUDAYA, hubungi 0857-2994-6859 atau http://www.facebook.com/buku.rupa

7 Desember 2010

Candi Sambisari

Letusan Gunung Merapi menurut sejarah mampu memindahkan pusat kerajaan Mataram Kuno dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Dahsyatnya erupsi gunung berapi ini tidak hanya mengubur kota-kota, rumah atau tempat tinggal, tetapi juga candi yang pada masa tersebut menjadi pusat peribadatan. Hingga kini di sekitar kaki Gunung Merapi masih banyak candi-candi yang masih terpendam di dalam tanah dan sulit untuk ditemukan kembali.
Candi Sambisari adalah candi yang cukup beruntung karena batu-batunya ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang petani. Dari rekonstruksi berpuluh-puluh tahun,
akhirnya Candi Sambisari dapat dibangun kembali. Anda akan merasa takjub ketika tiba di lokasi candi ini karena Candi Sambisari benar-benar berada lebih dari 6 meter dari permukaan tanah. Rupanya letusan Gunung Merapi begitu hebat sehingga menimbun dalam-dalam seluruh bangunan candi ini.
Anda tidak perlu heran melihat candi ini berada pada suatu cekungan tanah yang cukup dalam. Namun Anda tidak perlu khawatir, untuk menuruninya pengelola candi telah menyediakan tangga yang cukup representative. Candi ini terletak di Dusun Sambisari, Purwomartani, Kalasan, Sleman DIY, tidak jauh dari Bandara Adisucipto Yogyakarta. Anda dapat mengunjunginya melalui jalan Jogja – Solo. Setelah Gerbang Garuda AAU, Anda dapat berbelok ke kiri (utara), terus sampai melewati Selokan Mataram hingga jalan tersebut berakhir di halaman candi Sambisari.
Candi Sambisari adalah Candi Hindu. Hal ini ditunjukkan dengan adanya lingga-yoni, arca Ganesha, dan arca Durga yang merupakan suami dari Dewa Siwa, dewa tertinggi dalam mitologi Hindu. Kompleks candi ini terdiri dari satu candi utama yang menghadap ke arah barat dan candi perwara, atau candi pengiring yang berjumlah tiga buah. Candi Sambisari mempunyai cirri khas pada tembok yang mengelilingi candi utama. Umumnya candi-candi kecil tidak memiliki pagar keliling. Pagar keliling ini dihiasi dengan pahatan bersulur motif tumbuh-tumbuhan.
Untuk memasuki candi utama, Anda harus melewati pintu gapura paduraksa yang dihiasi dengan pahatan berbentuk kepala naga dan pintu masuk candi yang dihiasi dengan pahatan kala-makara (perwujudan raksasa). Seperti halnya di Candi Prambanan, Candi sambisari juga memiliki arca Ganesha di dinding timur, Agastya di dinding selatan, dan arca Durga di dinding utara. Sebuah konsep penempatan arca yang umum pada candi Hindu.
Sedangkan lingga-yoni sebagai simbolisasi laki-laki dan perempuan terdapat di bagian tengah bilik candi utama. Dahulu kala para brahmana menggunakan Lingga-yoni sebagai media dalam upacara pembuatan air suci. Lingga-yoni yang cukup besar ini terbuat dari batu hitam yang berbeda dengan jenis batu yang digunakan untuk membangun candi.
Secara umum, Candi Sambisari menawarkan pesona candi yang lebih lengkap baik dari arca-arca dewa yang ditemukan hingga Lingga-yoni yang masih utuh sebagai bagian utama candi Hindu. 

* Sumber : http://www.kekotaku.com/id/tempat-wisata-yogya/candi/98-candi-sambisari-yang-terkubur-letusan-merapi 

0 komentar:

Poskan Komentar