ANDA PERLU BUKU SENI DAN BUDAYA, hubungi 0857-2994-6859 atau http://www.facebook.com/buku.rupa

20 Desember 2010

Candi Klero

Lokasi :
Candi ini disebut juga Candi Tengaran dan berada di Dsn.Ngentak, Ds.Klero, Kec.Tengaran, Kab.Semarang. Letak bangunan bersejarah itu sebenarnya tidak terlalu terpencil, karena tak terlalu jauh dari ruas jalan raya Semarang-Solo. Bahkan di pinggir jalan raya yang ada di dusun itu dipasang papan nama untuk memberitahukan keberadaannya. Namun tetap saja tak banyak orang yang datang ke candi tersebut,
kecuali untuk kepentingan tertentu.

Sejarah :
Dari peninggalan berupa yoni dan Arca Siwa dapat disimpulkan bahwa candi klero merupakan Candi Hindhu. Di bagian candi tersebut juga dipahat prasasti tulisan kuno, yang belum dimengerti artinya.Setiap hari raya agama Buddha, khususnya Waisak, tempat itu dikunjungi oleh banyak orang yang datang untuk bersembahyang. Biasanya mereka juga membawa bunga dan lilin yang menyertai doa ritual mereka.
Di luar itu, tempat itu dikunjungi orang pada setiap Selasa Kliwon dan jumat Kliwon. Mereka kebanyakan berasal dari luar kota dan biasanya datang untuk berdoa. Tidak sedikit dari mereka yang menginap di bagian dalam candi tersebut.
Bangunan Candi Induk Klero mirip dengan Candi Sambisari namun tidak ada dinding yang mengelilinginya. Selain itu hanya terdapat satu candi induk tanpa ada candi perwaranya.
Candi klero yg memiliki bentuk mirip dengan candi sambisari
Dinding candi yang biasanya banyak relief dan arca, tidak tampak di candi ini, hanya terlihat sebagai batu berukuran kotak yang disusun secara rapi. Tidak adanya arca di badan candi entah karena batu penyusunnya sudah banyak yang tidak asli lagi atau memang ciri khas Candi Klero demikian.
Struktur badan candi klero
Di dinding pondasi candi terdapat tulisan jawa kuno yg tidak bisa terbaca
Candi tersebut mendapat renovasi dari BPPP, bangunan badan candi tersebut dinaikkan dan dirapikan. Juga beberapa bagian dari candi yang batunya hilang telah diganti dengan yang baru. Tinggi candi tersebut hingga stupa sekitar 3,5 meter, sedang panjang bangunan candi itu sekitar 12 meter.
Puncak candi yg dihiasi oleh ratna

Dahulu di dalamnya terdapat patung Siwa Buddha, namun patung itu kini disimpan di kantor BPPP Jateng. Memasuki bagian dalam candi, terdapat lingga dan yoni yang berukuran cukup besar hampir memenuhi ruangan dalam candi.
Yoni yg berada di dalam bilik candi
Bentuk dan ukurannya hampir mirip dengan lingga dan yoni yang terdapat di Candi Induk Sambisari. Di bagian sudut ruangan terdapat sesaji dan dibagian pintu masuk ruangan dalam candi diberi tirai dari bambu.
Landasan ratna yg diletakkan diatas yoni dan masih sering diberi sesaji
Hal ini membuktikan Candi Klero masih digunakan sebagai tempat beribadah. Meninggalkan candi induk dan berjalan menuju pintu keluar, kami mendapati beberapa potongan batu dan sepasang lumpang dan alu.
Lumpang, alu dan beberapa batu candi
*Sumber : http://tarabuwana.blogspot.com/2010/09/candi-klero.html

0 komentar:

Poskan Komentar