Sebab dan akibat merupakan kelanjutan peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lain yang berurutan dalam dimensi waktu. Peristiwa yang pertama disebut sebab, dan peristiwa berikutnya disebut akibat. Jadi peristiwa pertama dianggap menimbulkan peristiwa berikutnya. Misalnya cangkir jatuh lalu pecah. Jatuh dinamakan sebab, sedangkan pecah dinamakan akibat. Jadi si jatuh dianggap menimbulkan si pecah.
Selengkapnya...
Tampilkan postingan dengan label Kawruh Beja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kawruh Beja. Tampilkan semua postingan
21 Februari 2011
Rasa Bebas (Bagian dari Ilmu Kawruh Beja)
Ceramah Ki Ageng Suryomentaram ini disampaikan beliau dalam pertemuan yang diadakan di Yayasan Hidup Bahagia, Jakarta, pada tanggal 19 Juli 1958.
Rasa bebas adalah rasa tidak bertentangan (konflik). Apabila orang melihat sesuatu dan mengerti sifatnya, ia akan merasa bebas; yakni tidak berselisih dengan sesuatu yang dilihat dan dimengerti. Melihat dan mengerti itu
tidak hanya melalui panca indera, tetapi juga dengan rasa hati dan pikiran.
Selengkapnya...
Rasa bebas adalah rasa tidak bertentangan (konflik). Apabila orang melihat sesuatu dan mengerti sifatnya, ia akan merasa bebas; yakni tidak berselisih dengan sesuatu yang dilihat dan dimengerti. Melihat dan mengerti itu
tidak hanya melalui panca indera, tetapi juga dengan rasa hati dan pikiran.
Label:
Ilmu Hayat,
Kawruh Beja
Filsafat Rasa Hidup (Bagia dari Ilmu Kawruh Beja)
Ceramah Ki Ageng Suryomentaram ini disampaikan beliau dalam pertemuan Junggring Salaka Agung ke IX di Semarang. pada tahun 1956.
Filsafat ialah pengetahuan tentang segala apa yang ada. Filsafat memberi jawaban atas pertanyaan "Apakah hakikatnya segala yang ada di atas bumi dan di kolong langit?"
Selengkapnya...
Filsafat ialah pengetahuan tentang segala apa yang ada. Filsafat memberi jawaban atas pertanyaan "Apakah hakikatnya segala yang ada di atas bumi dan di kolong langit?"
Label:
Ilmu Hayat,
Kawruh Beja
Mawas Diri (Bagian dari Ilmu Kawruh Beja)
Ceramah Ki Ageng Suryomentaram ini disampaikan beliau dalam pertemuan Junggring Salaka Agung ke VIII di Surabaya, pada tanggal 30 Agustus 1954.
Pengertian diri sendiri ini disebut "pangawikan pribadi" atau "pengetahuan diri sendiri." Oleh karena orang itu
terdiri atas jiwa dan raga, sedangkan yang dibicarakan di sini hanya mengenai jiwa saja. Jadi pengetahuan diri sendiri atau
Label:
Ilmu Hayat,
Kawruh Beja
Ukuran Ke Empat (Bagian dari Ilmu Kawruh Beja)
Ceramah Ki Ageng Suryomentaram ini disampaikan beliau dalam pertemuan Junggring Salaka Agung ke VII di Magelang, pada tanggal 23-24 Mei 1953.
Ada empat jenis ukuran yakni ukuran kesatu, kedua, ketiga, dan keempat. Wujud ukuran kesatu ialah garis, ukuran kedua berwujud dataran yang mengandung panjang dan lebar, ukuran ketiga berbentuk benda yang mengandung panjang, lebar dan tebal, dan ukuran keempat adalah benda hidup yang mengandung rasa. Jadi
Selengkapnya...
Ada empat jenis ukuran yakni ukuran kesatu, kedua, ketiga, dan keempat. Wujud ukuran kesatu ialah garis, ukuran kedua berwujud dataran yang mengandung panjang dan lebar, ukuran ketiga berbentuk benda yang mengandung panjang, lebar dan tebal, dan ukuran keempat adalah benda hidup yang mengandung rasa. Jadi
Label:
Ilmu Hayat,
Kawruh Beja
Manusia Versi Ki Ageng Suryomentaram
Pengetahuan kita tentang model manusia yang berkembang seutuhnya sampai hari ini masih didominasi oleh wawasan teoretis yang lahir dari ilmu pengetahuan Barat Kita mungkin telah akrab dengan istilah-istilah seperti "manusia yang tidak diperbu-dak oleh dorongan instingtif-nya" dari Freud, "manusia yang terindividuasi" dari Cari Jung, "manusia yang mengaktualisasi dirinya" dari Abraham Maslow, atau yang lebih mutakhir "manusia
Selengkapnya...
Label:
Ilmu Hayat,
Kawruh Beja
Wejangan Pokok Ilmu Bahagia
Judul asli wejangan Ki Ageng Suryomentaram ini adalah Wejangan Kawruh Beja Sawetah, diceramahkan di Surakarta pada tahun 1931. Merupakan hasil renungan beliau, bahwa pada hakikatnya, proses rasa hidup manusia yang sesuai dengan hukum alam serta tindakan yang mengikuti hukum itu pasti berkembang dan berbuah dengan wajar.
Selengkapnya...
Label:
Ilmu Hayat,
Kawruh Beja
Ki Ageng Suryomentaram
Pangeran yang KecewaPada tahun 1892, tepatnya pada tanggal 20 Mei tahun tersebut, seorang jabang bayi terlahir sebagai anak ke-55 dari Sri Sultan Hamengku Buwono VII, sultan yang bertahta di kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Jabang bayi tersebut diberi nama BRM (Bendara Raden Mas) Kudiarmadji. Ibundanya bernama BRA (Bendara Raden Ayu) Retnomandoyo, putri Patih Danurejo VI yang kemudian bernama Pangeran Cakraningrat.
Label:
Ilmu Hayat,
Kawruh Beja,
Profil
Langganan:
Postingan (Atom)















