ANDA PERLU BUKU SENI DAN BUDAYA, hubungi 0857-2994-6859 atau http://www.facebook.com/buku.rupa

13 Februari 2011

Sendang Kasihan


Letak Sendang Kasihan secara administratif terletak di Dusun Kasihan, Kalurahan Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Propinsi DIY. Tepatnya berada sekitar 1,5 km di sebelah barat pabrik gula Madukismo. Lokasi ini dapat dijangkau dari perempatan Kasihan (ring road selatan) lurus ke selatan kurang lebih 1 kilometeran.


Kondisi Fisik

Pada saat sekarang Sendang Kasihan telah dilingkungi pagar luar setinggi kurang lebih 2 meteran. Pada dinding sebelah barat terdapat pintu utama dengan tinggi sekitar 1,5 meter dan lebar 80-an Cm. Di samping itu, sendang ini juga dilengkapi dengan kamar mandi untuk pembilasan sebanyak 3 buah pada sisi sebelah utara dan sebuah di sebelah selatan. Pada sisi tenggara sendang juga terdapat bangunan rumah tinggal. Rumah tinggal ini digunakan sebagai hunian bagi penjaga sendang. Dinding sendang telah ditembok dan diberi pintu air di sisi timur. Pintu air ini digunakan untuk mengatur volume air dan untuk pengurasan. Sendang ini juga memiliki pagar dalam yang melingkari seluruh sisi tepian sendang. Ketinggian pagar sisi dalam ini sekitar 1 meteran. Seluruh tembok pagar luar dan dalam serta kamar mandi dicat dengan warna putih.

Pada bagian barat sendang terdapat dua buah arca batu yang diletakkan      berjajar dengan arah hadap ke selatan. Satu buah arca di sisi barat tampak tidak lengkap. Arca pada sisi ini telah patah bagian hidung (belalainya). Menilik ciri-ciri fisiknya arca di sebelah barat merupakan arca Ganesha. Sedangkan arca di sebelah timur adalah arca Agastya. Tinggi masih-masing arca sekitar 50 Cm. Ketebalan arca sekitar 15 Cm.
Sendang Kasihan ini memiliki keistimewaan karena airnya tidak pernah kering. Mata air yang muncul dari dalam tanah pun bening. Sendang ini bila                diamati dari timur akan tampak gambaran keseluruhannya seperti pohon beringin. Akan tetapi jika diamati dari arah barat maka akan tampak gambaran seperti sebentuk kendi.

Legenda

Menurut sumber setempat timbulnya sumber air yang kemudian menjadi Sendang Kasihan ini konon oleh karena tuah tongkat milik Sunan Kalijaga. Diceritakan bahwa dalam pengembaraannya waktu itu Sunan Kalijaga tiba di daerah Kasihan. Di daerah ini ia membutuhkan air yang bersih. Oleh karena ia tidak mendapatkan sumber air yang dimaksud, ia pun menancapkan tongkatnya ke atas tanah. Setelah tongkat itu dicabut, maka keluarlah sumber mata air yang jernih dan kemudian terkumpul dalam cekungan dan kemudian terkenal dengan nama Sendang Kasihan.

Menurut cerita tutur setempat Sendang Kasihan ada kaitan erat dengan cerita Rara Pembayun (putra Panembahan Senapati). Konon sebelum masuk ke wilayah Mangir, Rara Pembayun bersama pengiringnya mandi dan mencuci muka di sendang ini. Proses penyucian diri di sendang ini konon memberi dampak bagi kencantikan Rara Pembayun. Air sendang ini membuat wajah dan tubuh tampak lebih muda, bersinar, dan menimbulkan daya pikat yang luar biasa. Oleh karena itu Sendang Kasihan ini sering disebut juga dengan nama Sendang Pengasihan.

Sumber:
Wawancara dengan Bp. MW. Broto Sumantri (77 tahun), pemilik Sendang Kasihan. wawancara dilakukan hari Minggu, tanggal 27 Oktober 2003 (16.10-16.48 WIB)

Oleh :  Sartono Kusumaningrat (http://www.tembi.org/situs-prev/s_kasihan.htm)


0 komentar:

Poskan Komentar