ANDA PERLU BUKU SENI DAN BUDAYA, hubungi 0857-2994-6859 atau http://www.facebook.com/buku.rupa

25 Mei 2011

Misteri Relief UFO di Candi Borobudur



Nenek moyang kita pernah mengabadikan benda misterius itu di candi Borobudur. Ada dua benda aneh yang jelas tergambar dalam relief ini. Yang pertama tepat di atas kuda yang berbentuk seperti piring terbang. Sedangkan yang kedua berada di atas gajah. 

Perhatikan kedua gambar itu. Gambar UFO yang tergambar semuanya dalam posisi melayang jadi tanpa tiang penyangga ataupun tanpa tali penggantung. Kedua bentuk benda ini juga membuat ketakutan dua hewan yang tergambar (kuda dan gajah). Keberadaan kuda dan gajah ini menunjukkan kedua hewan ini ada di lapangan yang luas, karena bisa berlarian, sehingga tidak mungkin dua benda misterius ini menempel pada dinding bangunan. Percayakah Anda dengan gambar UFO di Candi Borobudur? Silakan jika tidak percaya. Lantas, apa penjelasan tentang relief ini?
Fenomena Unidentified Flyng Objects (UFO) memang tak akan pernah habis dibahas. Beberapa waktu lalu, publik Tanah Air sempat heboh dengan fenomena crop circle di salah satu sawah di Sleman. Pemerintah mengatakan itu adalah buatan manusia, namun beberapa kalangan menyebut bahwa itu adalah buatan mahluk yang bukan manusia. lebih spesifik disebut buatan alien, mahluk luar angkasa yang dilaporkan sering muncul di bumi dengan menggunakan pesawat canggih berbentuk piring terbang

Di Indonesia, terdapat sebuah kelompok yang intens mengkaji UFO. Mereka menamakan kelompoknya Komunitas Beta UFO. Kata "BETA" adalah singkatan dari Benda Terbang Tak Dikenal. Istilah ini digunakan untuk seluruh fenomena penampakan benda terbang yang tidak bisa diidentikasikan oleh pengamat dan tetap tidak teridentifikasi walaupun telah diselidiki. Istilah BETA diperkenalkan oleh Ketua Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) era 1960-an RJ Salatun untuk fenomena ini. 

crop circle di Sleman, Yogyakarta
Istilah lain yang digunakan adalah "piring terbang" (bahasa Inggris: flying saucer) dan pertama kali digunakan wartawan untuk menggambarkan benda terbang misterius yang dilihat oleh Kenneth Arnold, yaitu sembilan obyek terbang aneh dalam suatu formasi di atas gunung Rainier, pegunungan Cascade, Washington.Peristiwa itu terjadi pada tanggal 24 Juni 1947. Sejak saat itu, istilah “Piring Terbang” memengaruhi imajinasi banyak orang.

Istilah lain yang juga sempat diperkenalkan adalah BETEBEDI (Benda Terbang Belum Dikenal) yang dikemukakan oleh seorang akuntan publik dari Bandung yang bernama C.M. Tanadi yang pada tahun 80-an banyak menerbitkan buku terjemahan tentang fenomena ini dan majalah yang bernama Betebedi.

Memang, UFO menjadi fenomena yang tak pernah habis diperbincangkan. Di Indonesia, terdapat banyak laporan mengenai penampakan UFO di berbagai daerah, sebagaimana bisa dilihat DI SINI. Namun, jika ditelaah lebih jauh, penampakan benda aneh di langit ini, tercatat dalam banyak kesaksian masa silam, serta pada naskah-naskah kuno, maupun pada relief bangunan kuno. 

Dalam naskah kuno India, Ramayana, juga terdapat catatan tentang benda terbang aneh dan canggih tersebut. demikian pula dalam catatan penulis Romawi, Julius Obsequens, pada tahun 99 SM yang juga menyebut-nyebut benda terbang aneh dan tak dikenal. Bahkan, ada juga catatan tentang pengalaman sahabat Nabi Muhammad SAW, yang bernama Usayd bin Hudhayr yang melihat gumpalan awan menyerupai payung yang mengagumkan, dan belum pernah terlihat olehnya sebelumnya. Awan tersebut terlihat sangat indah dihiasi dengan benda berkedip-kedip seperti lampu bergantungan, tergantung seperti lampu-lampu memenuhi ufuk dengan sinarnya yang terang. Akhirnya awan tersebut terbang lebih tinggi kemudian menghilang.

Terdapat banyak kisah dan penampakan. Namun penampakan dalam relief di Candi Borobudur ini cukup menarik untuk menjadi gerbang untuk merambah ke pembahasan yang lebih detail.

*Sumber : http://timurangin.blogspot.com/2011/02/misteri-relief-ufo-di-candi-borobudur.html

0 komentar:

Poskan Komentar