ANDA PERLU BUKU SENI DAN BUDAYA, hubungi 0857-2994-6859 atau http://www.facebook.com/buku.rupa

6 September 2012

Candi Sumber Awan



Candi Sumberawan hanya berupa sebuah stupa, berlokasi di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dengan jarak sekitar 6 km dari Candi Singosari. Candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Singhasari dan digunakan oleh umat Buddha pada masa itu.

Candi ini dibuat dari batu andesit dengan ukuran panjang 6,25 m, lebar 6,25 m, dan tinggi 5,23 m, dibangun pada ketinggian 650 m di atas permukaan laut, di kaki bukit Gunung Arjuna. Pemandangan di sekitar candi ini sangat indah karena terletak di dekat sebuah telaga yang sangat bening airnya. Keadaan inilah yang memberi nama Candi Rawan.

Candi Sumberawan pertama kali ditemukan pada tahun 1904. Pada tahun 1935 diadakan kunjungan oleh peneliti dari Dinas Purbakala. Pada zaman Hindia Belanda pada tahun 1937 diadakan pemugaran pada bagian kaki candi, sedangkan sisanya direkonstruksi secara darurat. Candi Sumberawan merupakan satu-satunya stupa yang ditemukan di Jawa Timur. Batur candi berdenah bujur sangkar, tidak memiliki tangga naik dan polos tidak berelief. Candi ini terdiri dari kaki dan badan yang berbentuk stupa. Pada batur candi yang tinggi terdapat selasar, kaki candi memiliki penampil pada keempat sisinya. Di atas kaki candi berdiri stupa yang terdiri atas lapik bujur sangkar, dan lapik berbentuk segi delapan dengan bantalan Padma, sedang bagian atas berbentuk genta (stupa) yang puncaknya telah hilang. Karena ada beberapa kesulitan dalam perencanaan kembali bagian teratas dari tubuh candi, maka terpaksa bagian tersebut tidak dipasang kembali. Diduga dulu pada puncaknya tidak dipasang atau dihias dengan payung atau chattra, karena sisa-sisanya tidak ditemukan sama sekali. Candi Sumberawan tidak memiliki tangga naik ruangan di dalamnya yang biasanya digunakan untuk menyimpan benda suci. Jadi, hanya bentuk luarnya saja yang berupa stupa, tetapi fungsinya tidak seperti lazimnya stupa yang sesungguhnya. Diperkirakan candi ini dahulu memang didirikannya untuk pemujaan.

Para ahli purbakala memperkirakan Candi Sumberawan dulunya bernama Kasurangganan, sebuah nama yang terkenal dalam kitab Negarakertagama. Tempat tersebut telah dikunjungi Hayam Wuruk pada tahun 1359 masehi, sewaktu ia mengadakan perjalanan keliling. Dari bentuk-bentuk yang tertulis pada bagian batur dan dagoba (stupanya) dapat diperkirakan bahwa bangunan Candi Sumberawan didirikan sekitar abad 14 sampai 15 masehi yaitu pada periode Majapahit. Bentuk stupa pada Candi Sumberawan ini menunjukkan latar belakang keagamaan yang bersifat Buddhisme.

Untuk menuju candi ini, dari Kota Malang, ikuti saja Jl. Raya Malang – Pandaan hingga melewati Pasar Singosari. Setelah Pasar Singosari akan ada sebuah pertigaan dengan arah ke Polsek Singosari. Belok di pertigaan tersebut dan pembaca akan tiba di Jl. Kartanegara. Tepat di perempatan dekat Candi Singosari, akan ada papan petunjuk arah menuju Candi Sumberawan. Dari Candi Singosari, jarak ke Candi Sumberawan sekitar 6 km.

Setelah memasuki Desa Toyomarto, alangkah baiknya bertanya kepada warga sekitar arah menuju Candi Sumberawan. Sebab, untuk menuju Candi Sumberawan pembaca harus berbelok di sebuah pertigaan. Jalan selepas pertigaan tersebut...duh...jalan tanah yang konturnya naik-turun. Sepanjang perjalanan, nampak ada beberapa bapak-bapak yang sepertinya sedang mengukur jalan tanah yang kami lalui. Semoga saja bapak-bapak itu sedang merencanakan membangun jalan tanah ini menjadi lebih bagus.

Setelah memarkir kendaraan di hutan pinus, pengunjung harus menyebrangi jembatan kecil untuk memasuki kompleks Candi Sumberawan. Seperti biasa, setelah mengisi buku tamu pengunjung diminta untuk membayar biaya retribusi secara sukarela.

Tepat di samping pos penjaga candi, terdapat papan informasi mengenai Candi Sumberawan. Candi Sumberawan dibangun dari batu andesit. Terletak pada ketinggian 650 meter dpl di kaki gunung Arjuna. Candi ini terletak di dekat sebuah telaga yang airnya sangat bening, sehingga masyarakat sekitar menamainya Candi Rawan. Air dari telaga ini sudah dipergunakan untuk konsumsi warga semenjak proyek pipanisasi di bulan Desember 1996.

Candi Sumberawan diketahui keberadaannya pada tahun 1904. Pada tahun 1935, Dinas Purbakala mulai meneliti candi ini dan memugarnya pada tahun 1937.

Candi Sumberawan berbentuk stupa. Tanpa ada tangga naik dan bilik. Karenanya, Candi Sumberawan kerap disebut sebagai Stupa Sumberawan. Candi Sumberawan merupakan satu-satunya stupa yang ditemui di Jawa Timur. Namun, bagian atas stupa tidak dipasang kembali karena ada beberapa kesulitan dalam perencanaan kembali bagian teratas dari tubuh candi.

Oleh karena bentuk candi adalah stupa, maka latar belakang agamanya adalah Buddha. Para ahli menduga Candi Sumberawan ini digunakan sebagai tempat pemujaan. Bahkan saat kami berkunjung ke sana, baru saja ada yang melakukan pemujaan di candi ini. Tak jauh dari candi terdapat sebuah kolam untuk mengambil air suci.




*Sumber : wikipedia, http://mblusuk.com/474-Candi-Sumberawan.html dan http://linguafranca.info/tag/singosari



1 komentar:

KIA mengatakan...

Indahnya Indonesiaku...

Poskan Komentar