ANDA PERLU BUKU SENI DAN BUDAYA, hubungi 0857-2994-6859 atau http://www.facebook.com/buku.rupa

19 September 2011

Aksara Kawi dan Perubahannya menjadi Aksara Jawa

Kawi (juga dikenal dengan nama Kavi) adalah nama untuk sistem penulisan atau aksara yang berasal dari Jawa dan digunakan di sekitar Semenanjung Malaya dalam berbagai prasasti dan tulisan dari abad ke-8 hingga sekitar tahun 1500 M. Kawi juga merupakan nama dari bahasa, yaitu Bahasa Kawi yang digunakan dalam prasasti dan tulisan tersebut di atas, namun lebih umum disebut sebagai Bahasa Jawa Kuna

Aksara Kawi berasal dari “Aksara Pallawa” menurut para ahli Studi Asia Tenggara seperti George Coedes and D. G. E. Hall sebagai dasar dari beberapa sistem penulisan atau aksara di Asia Tenggara.

Tulisan beraksara Kawi paling awal diketahui berasal dari zaman Kerajaan Singasari di Jawa. Sedangkan yang lebih baru ditemukan dalam masa Kerajaan Majapahit, juga di pulau Jawa dan Bali, Kalimantan dan Sumatera.

Huruf Kawi termasuk jenis abugida, yang artinya huruf-huruf dibaca dengan vokal yang menyertainya. Tanda diakritik digunakan untuk membunyikan vokal dan mewakili konsonan murni, atau mewakili vokal-vokal lain.
Dokumen terkenal yang ditulis dalam huruf Kawi adalah prasasti Laguna Copperplate Inscription, yang ditemukan 1989 di Laguna de Bay, di metropleks Manila, Filipina. Prasasti ini ditulis pada 822 tahun Saka atau setara dengan tanggal 10 Mei 900 M, dan ditulis dalam Bahasa Melayu Kuna dan mengandung banyak kata pinjaman / serapan dari bahasa Sansekerta dan beberapa dari elemen perbendaharaan kata non-Melayu yang asalnya meragukan antaralain dari Bahasa Jawa Kuna atau dari Tagalog Kuna. Dokumen ini, selain penemuan lain akhir-akhir ini di negara tersebut seperti Golden Tara dari Butuan serta tembikar dan artifak perhiasan emas dari abad ke-14 yang ditemukan di Cebu, merupakan hal yang sangat penting dalam upaya merevisi sejarah kuno Filipina (900–1521).

Perubahan aksara Kawi menjadi Aksara jawa modern

Sebenarnya hampir tidak banyak perubahan bentuk aksara kawi menjadi aksara jawa modern, yang menonjol adalah berubahnya nama huruf-huruf mahaprana menjadi aksara Murda dalam aksara jawa modern,


Dirangkum dari Kitab Pelajaran Bahasa jawa Kuna penulis Prawirosugondo, 1950
(ucapan terima kasih kepada Bp. Sugiarso di Jayapura yang telah mengirimkan koleksi bukunya kepada kami)


*Sumber diolah dari : wikipedia dan http://kabepiilampungcom.wordpress.com/category/aksara-nusantara/

0 komentar:

Poskan Komentar